Blog EntryTingginya Angka Kematian Ibu dan BayiFeb 22, '08 12:53 AM
for everyone
LEMBAGA PEDULI IBU DAN BAYI!!!
    Lembaga Peduli Ibu dan Bayi adalah sebuah Lembaga yang mempunyai program antara lain mengurangi tingkat kematian anak, meningkatkan kesehatan ibu, endorong kesetaraan jender dan memberdayakan perempuan, mencegah penularan HIV Aids serta pemantauan & penyeliaan pelayanan kesehatan ibu dan bayi.
    Tingginya angka kematian ibu dan bayi di Indonesia bisa disebabkan karena belum maksimalnya perilaku hidup sehat, tingginya biaya perawatan dan persalinan dan minimnya pengetahuan para ibu tentang kesehatan reproduksi (tubuhnya sendiri).
    Angka Kematian Ibu dan Bayi di Indonesia masih sangat tinggi.    Menurut berbagai survei bisa disimpulkan mencapai 300-400 kematian per 100000 kelahiran hidup, bandingkan dengan negara maju yang hanya 10 per 100000.
    Meskipun pemerintah telah berupaya dalam menekan jumlah angka tersebut, namun hasilnya masih tetap jauh dari menggembirakan.
    Indonesia masih menuai prestasi di ASEAN sebagai pemegang angka kematian ibu dan bayi tertinggi.
Hasil Ringkasan dari pernyataan yang dibagikan pada Demo simpatik 13 Feb 2008.


"Mungkin bagi beberapa orang, apalagi bagi yang belum pernah mengalami, hal demikian di atas sangat tidak menarik perhatian. Tetapi sebenarnya hal tersebut sangatlah penting... bukan hanya bagi para ibu atau calon ibu, tetapi juga bagi kaum adam. Karena base on my experience... kekurang pengetahuan saya, kurangnya saya mencari informasi, salah kaprahnya saya dalam banyak hal secara tidak langsung telah menyebabkan putra yang sudah sangat saya nanti-nantikan meninggal dunia."

mycita wrote on Feb 23
Webfetti.com




Salut Rika....!!!!


rikad wrote on Feb 23
Ya Aien... kalau mau sedih terus kapan majunya.Justru bagaimana caranya supaya apa yang terjadi tidak menjadi kesia-siaan belaka. Gt image neh?? Acara sepeda di Senayan tgl 9 Maret... join ga??? Kemungkinan besar kt sekel join, ditg yah.
mycita wrote on Feb 23
Webfetti.com




Asiiiiiiikkkk... ntar kita telpon-telponan yaaaa.....
Add a Comment
   
© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help