Dikala kerinduan menyengat, kupandang wajah putraku. Kudengar celotehnya dan kupanjatkan doa teriring permintaan maafku padanya..
Untuk kakak sayang ... makasih ya, ternyata kakak diam-diam membuat film adik dan itu merupakan kenangan yang takkan terlupakan. Mama banggaaaa sekali sama kakak.
Dan untuk Rama putraku sayang... mama selalu kangen sama kamu, sama pipi kamu yang gembil.
Maafkan mama sayang, bukannya memeluk kamu, tapi secara tidak langsung mama malah membiarkan kamu bersentuhan dengan pisau bedah diusiamu yang baru 1 hari. Kalau saja mama boleh memilih, dan kalau saja mama tahu kebersamaan kita hanya sesaat, maka malam itu mama lebih memilih memeluk kamu sepanjang malam, dan akan mama bisikkan di telingamu betapa mama sayaaaaang sekali sama Rama.